Resign

Pernah dengar kata pepatah yang berbunyi, “Setiap pertemuan akan ada perpisahan?” Yup, hal ini terjadi pada rekan kerjaku kemarin.

Namanya adalah Wenang Joko Pitoyo. Dia merupakan bagian dari Tim Fraud Garuda Indonesia. Hari itu kita dikejutkan dengan berita dia akan resign dari kantor. Keputusannya untuk mengambil job yang baru, dirasakan berat baginya. Namun ia harus tetap mengambilnya. Ketika aku tanya mengapa ia mengundurkan diri, ia menjelaskan bahwa di tempat kerjanya yang baru ia mendapatkan salary yang jauh lebih besar daripada gajinya di sini.

Tujuh juta rupiah merupakan gaji yang pantas baginya. Wenang memiliki istri dan dua orang putri (yang ia juluki Bombom dan Bomber) yang harus ia nafkahi. Memang jika ia tetap di sini, ia tidak akan mendapatkan gaji sebesar itu.

Alasan kedua adalah posisi yang akan ia tempati yaitu sebagai Paralegal. Job ini cocok dengannya karena Wenang adalah seorang sarjana hukum. Jadi, pas baginya bisa bekerja di kantor pengacara.

Menurut Wikipedia, Paralegal adalah gambaran pekerjaan yang membantu pengacara dalam pekerjaannya dan istilah ini dipakai di beberapa negara. Paralegal itu sendiri bukanlah pengacara bukan juga petugas pengadilan, oleh pemerintah sendiri paralegal tidak diizinkan untuk berpraktik hukum.

Aslinya paralegal adalah pembantu pengacara yang berpraktik dan melayani klien dalam masalah hukum. Di beberapa negara seperti Amerika Serikat para ahli hukum mengakui paralegal adalah profesi yang berada langsung di bawah supervisi pengacara. Namun di Inggris Raya didefinisikan profesi bukan pengacara tetapi mengerjakan pekerjaan legal, terlepas siapa yang mengerjakannya. Meski demikian tidak ada definisi yang konsisten mengenai paralegal seperti: peranan dan pekerjaan, status, syarat dan kondisi kerja, training, peraturan peraturan atau apa pun sehingga setiap yuridiksi harus memandang secara individual.

image

Aku baru mengenalnya ketika ia masuk dan bergabung di E-Commerce Garuda Indonesia. Sekitar 6 bulan lebih aku mengenalnya. Ia seorang yang periang, humoris dan humble.

Aku berharap, ia bisa sukses meniti karirnya di sana. Semoga hal-hal yang baik tetap dapat ia jaga dan diteruskan. Misalnya, bisa istiqomah sholat ashar berjamaah seperti yang selama ini kita lakukan di Masjid Sahid Sudirman.

Terakhir, aku juga berkeinginan untuk mencari pekerjaan yang jauh lebih baik daripada pekerjaan yang sekarang. Sama seperti Wenang, aku berharap bisa mendapatkan pekerjaan sebagai pegawai tetap, gaji yang sesuai. hari kerja dari Senin-Jumat dan memiliki jaminan dan benefit lainnya yang bermanfaat. Amin

Advertisements