Malam Minggu

Di setiap akhir pekan, malam minggu selalu ditunggu. Hampir semua muda-mudi yang punya pacar selalu menantikan malam ini. Malam di mana kamu akan berdandan rapi saat mau ngapel, semprot minyak wangi ke seluruh badan dan bawain makanan spesial untuk ortu si pacar. Jemput si doi di rumah lalu pergi main ke luar. Bisa nonton bioskop, makan malam atau hanya bersantai ringan sambil bercanda-ria dengan pasangan.

Semua itu kamu lakukan atas dasar cinta. Terkadang saat kamu jatuh cinta, kamu sering berbuat konyol dan gila. Baik kamu sadari atau tidak. Tapi itulah seninya. Ketika kamu sudah dewasa, kamu akan menertawakan hal-hal yang pernah kamu lakukan dulu saat pacaran. Kamu akan berkata, “Kok bisa ya aku dulu bertingkah konyol kayak gitu?”

Memang saat kamu jatuh cinta, IQ-mu akan turun 10 poin. Bahkan hal-hal konyol itu datang dengan sendirinya. Tiba-tiba saja kamu terpikirkan akan sesuatu untuk dilakukan dengan pacar dan akhirnya kamu melakukannya. Misalnya, saat kamu bengong sendirian di kamar lalu lihat foto pacar, memandanginya lebih lama, lalu chat semalaman dengannya. Ketika mau tidur, kamu ingat kalau dia akan berulang-tahun minggu depan dan secara spontan kamu mengatakan akan membelikannya hadiah ulang tahun untuknya.

Hal-hal konyol juga pernah aku alami dulu. Aku pacaran saat kelas 3 SMA. Pacar pertama bernama Vivih. Aku ingat pernah sembunyi-sembunyi nemuin dia di rumahnya biar gak ketahuan sama ortu-nya dia dan aku berbohong kepada Ibu untuk ketemu teman padahal aku nemuin Vivih. Maklum, hubungan aku dan dia tidak disetujui oleh ortu masing-masing. Kita berdua banyak mencuri waktu agar bisa bertemu.

Kemudian ada Uli. Ia dikenalkan padaku oleh Winda ‘Coy’ saat aku kuliah. Pekerjaannya adalah bidan. Waktunya banyak dihabiskan untuk pasien. Kita hubungan jarak jauh alias LDR. Aku kuliah di Bandung, sedangkan ia di Ciamis. Jarak yang jauh membuat rasa rindu yang menggebu di dalam dada menjadi meledak dan tidak bisa dibendung lagi. Waktu itu aku punya side-job bareng Ari di kantornya. Selain rasa rindu, saat itu aku dan Uli sedang ada masalah. Jadi, rasa ingin bertemu semakin memuncak. Walau pun sedang bekerja, aku nekat pergi ke Ciamis menemuinya. Naasnya. di tengah perjalanan Bus yang aku tumpangi tabrakan tapi tidak terlalu parah. Semua penumpang bus selamat hanya kaca depan bus saja yang rusak parah. Aku mengabari Uli lewat SMS. Aku ingin tahu apakah ia khawatir atau tidak padaku. Telponnya sengaja tidak aku angkat tapi aku tetap membalasi SMS-nya. Aku ingin membuat ia terkesan atau surprise dengan kegigihanku untuk menemuinya. Namun ternyata dugaan aku salah. Saat menemuinya kita malah berantem. Uli menyalahkanku kenapa aku tidak bisa mengangkat telponnya dan semua kesalahan yang pernah aku lakukan ia ungkit satu per satu. Ketika itu ia mirip sekali Guru Sejarah galak yang lagi nasehatin murid bengalnya. Dan boom-nya adalah saat ia mengatakan ingin putus saja denganku. That’s it. Tak ada topan, tak ada badai ia mutusin hubungan. Dwarrr! Itu adalah kejutan yang sesungguhnya. Di kemudian hari ternyata aku tahu kalau ia sebenarnya selingkuh dengan teman semasa SMA-nya.

Dum Fight

Satu hal yang harus kamu tahu tentang LDR adalah kamu tidak akan bisa menjaga hati saat salah satu di antara kamu atau dia lagi butuh perhatian dan kamu atau dia gak ada. Itulah saat-saat di mana hubunganmu sedang dipertaruhkan. Pada dasarnya, kita sebagai manusia butuh perhatian real yang kita alami langsung lewat ‘kehadiran’ nyata dan tepat berada di depan mata. Jadi, saranku adalah kalau kamu gak bisa ngasih perhatian ekstra kepada pasangan LDR-mu sebaiknya kamu cari pacar yang deket saja. Dan buatlah SDR (Short Distance Relationship). 😀

Semua hal itu sudah berlalu. Malam ini aku belajar banyak hal. Salah satunya adalah memang cinta bisa membuatmu berlaku bodoh atau konyol tapi kamu harus tetap sadar dan waras tentang dampak apa yang akan terjadi jika kamu akan melakukan kebodohanmu itu. Jadi, berpikirlah sebelum bertindak karena penyesalan selalu datang belakangan.

Selamat Malam! Semoga malam minggumu tidak kelabu.

Advertisements