Bom Di Sarinah

Hari Kamis kemarin tanggal 14JAN16 telah terjadi aksi terorisme di daerah Sarinah, Jakarta Pusat. Pukul 10:50 sebuah bom meledak dan membuat kepanikan masyarakat. Suasana di kantorku juga jadi tidak nyaman dan aroma ketakutan dan kekhawatiran pun terasa sangat nyata. Semua berita di berbagai media masa menceritakan kejadian ini. Berikut adalah beberapa informasi yang aku ambil dari berbagai sumber di internet.

image

image

BINTANG.COM

Sebuah bom meledak di pos polisi dekat pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat, pada Kamis (14/1/2016). Beberapa orang yang tak jauh berada di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa suara ledakan terdengar hingga empat kali. Tak hanya suara ledakan, para pejalan kaki pun sempat mendengar suara tembakan.

BBC INDONESIA

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengatakan sosok ISIS asal Indonesia, Bahrun Naim terlibat dalam serangan bom di Jakarta Pusat.

“Khusus di Asia Tenggara, ada satu tokoh, yaitu Bahrun Naim, yang ingin mendirikan Katiba Nusantara,” kata Tito Karnavian.

“Dia ingin menjadi leader untuk kelompok ISIS di Asia Tenggara,” tambah Tito.

SINDO NEWS

Nama Muhammad Bahrun Naim muncul pasca teror bom yang mengguncang Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016). Naim diduga menjadi otak di balik tragedi teror  yang menewaskan tujuh orang.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian mengungkapkan Naim pernah ditangkap oleh Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror pada 2011.

Saat itu dia ditangkap karena terlibat dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal. Dia divonis dua tahun enam bulan penjara atas kepemilikan senjata api ilegal dan bahan peledak.

LIPUTAN 6

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, polisi tidak sembarangan menindak orang yang terindikasi terlibat suatu kelompok radikal tertentu, sekalipun itu adalah simpatisan ISIS.

“Kita melakukan pengamanan berdasar ketentuan hukum berlaku. Selama mereka tidak melanggar hukum, kita tidak bisa tindak,” kata Badrodin di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/1/2016).

Menurut Badrodin, ada beberapa proses yang dilakukan terduga teroris untuk melancarkan aksinya. Mulai dari menyiapkan dana, membuat bahan peledak hingga survei target sasaran.

KABAR MAKKAH

Ledakan keras yang diduga BOM meledak di kawasan perbelanjaan SARINAH, Thamrin, Jakarta. Ledakan itu bersumber dari sebuah warung kopi Starbucks, Djakarta Theater, sekitar pukul 10.50.

Selanjutnya, beberapa ledakan menyusul di pos polisi di seberang gedung Sarinah, Tepatnya di perempatan Jalan Thamrin – Wahid Hasyim. Ledakan bom di Sarinah ini diduga bom bunuh diri. Tiga pelaku dan seorang polisi dinyatakan meninggal.

Dari keterangan sejumlah saksi, terjadi tujuh ledakan BOM di kawasan SARINAH. Sementara ledakan lain terjadi di kawasan Palmerah, Kuningan dan kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Ira, seorang pegawai Badan Pengawas Pemilu yang ada di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat atau di seberang pusat perbelanjaan Sarinah merasakan getaran yang cukup hebat akibat ledakan bom yang terjadi, Kamis (14/1/2016).

“Ada banyak ledakan, yang paling kuat ledakan kedua karena gedung tiba-tiba bergetar, seperti gempa bumi, kondisi di kantor semua kacau, panik,” ujar Ira.

Dia menyebutkan pegawai Bawaslu semat mendengar ledakan pertama sekitar pukul 10.00, namun tidak terlalu kuat.

Aktivitas sempat terhenti sebenatar. Namun, begitu ledakan kedua terjadi, Ira menuturkan situasi langsung berubah panik karena ada terikan ‘ada bom’ yang terdengar.

Seluruh karyawan Bawaslu pun berlarian keluar gedung. Mereka kemudian berlindung di kantin belakang.

Sementara itu, seorang petugas kepolisian mengatakan 6 orang memakai ransel mau masuk ke Sarinah dan dicek diperkirakan bom, lalu dibawa ke pos polisi di perempatan Sarinah itu.

OKEZONE

Polisi dari Densus Antiteror dan Gegana Polda Metro Jaya masih bersiaga dan melokalisir lokasi. Sempat terjadi baku tmbak sengit antara polisi dan pelaku yang belum diketahui jumlahnya.

Baku tembak itu terjadi di dalam gedung tersebut.

“Ada baku tembak di dalam, sempat ada enam kali ledakan juga. Diduga pelaku adalah teroris,” ujar seorang petugas polisi di lokasi yang enggan disebut namanya.

Advertisements