Malas

Beberapa hari belakang ini aku merasa sangat malas melakukan apa-apa. Bahkan berangkat kerja pun aku paksakan diri sekeras mungkin. Berat memang, tapi mau tak mau aku harus tetap kerja.

Berikut adalah tulisan tentang malas yang aku ambil dari blog Ishfah Seven dengan judul 7 Penyakit Hati. Malas adalah salah satu dari 7 penyakit hati tersebut. Mudah-mudahan tulisan ini bisa membantu.

image

Tahu gak sih? Kemalasan disebabkan oleh dahak dan lemak akibat dari banyak makan. Ini bisa diatasi dengan cara sedikit makan. Ada yang berpendapat, “Tujuh puluh nabi telah sepakat bahwa penyebab lupa adalah karena terlalu banyak dahak. Dahak disebabkan oleh banyak minum. Banyak minum disebabkan oleh terlalu banyak makan.”

Dahak bisa dihilangkan dengan cara makan roti kering dan anggur kering tetapi janganlah terlalu banyak karena dapat menimbulkan ingin minum, padahal minum dapat memperbanyak dahak.  Bersiwak dapat mengurangi dahak, mempercepat hafal dan melancarkan berbicara. Bersiwak adalah ternasuk sunnah yang dapat menambah pahala shalat dan membaca Al-Qur’an. Muntah juga dapat mengurangi dahak dan mengurangi lemak badan.

Adapun cara mengurangi makan dengan cara merenungkan manfaat sedikit makan yaitu dapat membuat tubuh sehat, menjaga dari berbuat keji dan peduli kepada yang lain. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tiga hal yang dibenci oleh Allah, bukan karena ia menentang yaitu rakus, pelit dan sombong.” Cara mengurangi makan yang lain adalah dengan cara merenungkan bahaya-bahaya yang diakibatkan oleh makan banyak. Di antaranya menyebabkan sakit dan cepat letih. Ada yang berkata, “Perut kenyang akan menghilangkan kecerdasan.”

Menurut penelitian, kebiasaan malas merupakan penyakit mental yang timbul karena kita takut menghadapi konsekuensi masa depan. Yang dimaksud dengan masa depan ini bukan hanya satu atau dua tahun ke depan tetapi satu atau dua menit dari sekarang. Contohnya saja ketika kamu malas dari bangun, kamu akan berkata dalam hati, “Satu menit lagi saya akan bangun.” Tetapi pada kenyataannya kamu akan berlama-lama di tempat tidur sampai akhirnya memang waktunya tiba untuk siap-siap pergi ke kantor.

Kebiasaan malas timbul karena kita cenderung mengaitkan masa depan dengan persepsi negatif. Kita menunda-nunda pekerjaan karena cenderung membayangkan setumpuk tugas yang harus dilakukan di kantor. Belum lagi berhubungan dengan orang-orang yang tidak kita sukai. Sayangnya, menunda-nunda pekerjaan pada akhirnya akan mengundang stres karena mau tidak mau pada akhirnya kita harus mengerjakannya. Di waktu yang sama kita juga mungkin punya banyak pekerjaan lain.

Dalam beberapa hal, kita akan kehilangan momen untuk berkembang ketika kita mengatakan “tidak” terhadap sebuah kesempatan. Apabila kamu dihadapkan pada satu tugas besar atau proyek, kamu sebaiknya jangan berpikir mengenai rumitnya tugas tersebut dan membayangkan kapan bisa diselesaikan. Sebaliknya, fokuslah pada pikiran positif dengan membagi tugas besar tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya satu demi satu.

Katakanlah di setiap kali kamu bekerja, “Saya mulai sekarang”. Cara pandang ini akan menghindarkan kita dari perasaan terbebani, stres dan kesulitan. Fokus kita hanya pada satu hal pada satu waktu, bukan banyak hal pada saat yang sama.  Berpikirlah bahwa kita harus mengerjakan sesuatu. Kita tidak boleh merasa terbebani karena akan menyebabkan menjadi malas mengerjakannya. Kita akan mencari seribu alasan untuk menghindari tugas tersebut.  Satu tips yang bisa kamu gunakan adalah mengganti kalimat “saya harus mengerjakannya” dengan “saya ingin mengerjakannya”. Cara pikir seperti ini akan membuat kita menerima bahwa kita tidak harus melakukan pekerjaan yang tidak kita inginkan. Kita mengerjakan tugas karena memang kita ingin mengerjakannya, bukan karena paksaan pihak lain.

Selalu ada pilihan dalam kehidupan. Sebaiknya kita membuat pilihan secara sadar dan tidak merugikan orang lain. Lakukanlah apa yang seharusnya kamu lakukan. Dan lakukanlah dengan baik dengan tidak menunda pekerjaan tersebut. OK ! 🙂

Advertisements