Bapak Meninggal

Pagi itu tanggal 25JAN16 (15 Rabi’ul Akhir 1437 Hijriyah) hari Senin, aku sudah bangun untuk melakukan ibadah sahur. Aku berniat untuk melakukan Puasa Senin Kamis mencontoh Nabi Muhammad. Namun 5 menit menjelang adzan subuh, telponku berbunyi. Teteh aku menelpon dan mengatakan bahwa Bapak sudah meninggal. Ia menelpon sambil menangis tersedu-sedu. Mendengar hal itu, aku segera mengambil air wudhu kemudian sholat subuh. Setelah sholat, kakak sulung aku menelpon dan mengajakku pulang bersamanya dengan kakak ketiga aku. Aku segera bergegas pergi setelah memberitahu teman kos sekaligus teman kerjaku, Ramdan. Aku meminta dia memberitahukan hal ini kepada teman-teman di kantor.

Aku dan kedua kakakku bertemu di gerbang tol Bekasi Timur. Perjalanan menuju Tasikmalaya hanya ditempuh dengan empat jam perjalanan saja. Kakak sulung aku menyetir mobil dengan cepat dan mobil kita beberapa kali hampir saja nyenggol atau bertabrakan dengan kendaraan lainnya. Aku tahu kakak sulung aku itu sedang labil hati dan pikirannya karena kematian Bapak.

CAM00336-1

Sesampainya di rumah, kakak sulung aku langsung menjatuhkan diri di depan masjid sambil berteriak-teriak meminta maaf kepada Bapak. Sementara aku dan kakak ketiga segera mengambil air wudhu untuk kemudian melakukan sholat jenazah. Sebelumnya aku sudah melihat wajah Bapak untuk yang terakhir kali saat jemaah lainnya membantu membukakan kain kafan yang menutupi wajah Bapak. Setelah sholat. jenazah Bapak segera diantar ke makam. Prosesi pemakaman pun berjalan dengan khidmat dan rasa sedih dan haru menyelimuti semua hati dan pikiran keluarga kami. Tapi kami harus tetap kuat dan tabah. Kami harus meneruskan hal-hal kebaikan yang selama ini Bapak ajarkan kepada kami.

Satu hal yang paling aku ingat adalah Bapak pernah berkata kepadaku, “Ingatlah, jangan memelihara rasa dendam. Itu tidak baik. Jagalah keluarga kita dari hal itu.”

Semasa hidupnya Bapak adalah seorang arsitek. Ia telah banyak membuat bangunan gedung, jembatan, tower dan lain sebagainya. Salah satu karyanya adalah bangunan terakhir yang Bapak buat untuk kampung kami yaitu sebuah masjid. Masjid kami mempunyai nama Masjid Bani Umar.

Masjid Bani Umar

Aku berharap dengan adanya Masjid ini bisa menjadi amal kebaikan bagi Bapak di alam barzah dan alam akhirat nanti. Seperti yang diterangkan dalam hadits Nabi yaitu :

Hadits

Semoga Allah memberikan tempat yang terbaik bagi Bapak di sana. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihii wa’fu’anhu. Amin

Advertisements