Delirium

Malam ini aku menonton drama Korea yang berjudul Birth of Beauty. Bercerita tentang seorang perempuan yang memiliki masalah berat badan alias gemuk. Ia banyak dicaci maki, digunjing dan diperlakukan tidak baik oleh keluarga dari suaminya. Singkat cerita, ia mengalami kecelakaan mobil dan dia mendatangi dokter ahli bedah untuk melakukan make over seluruh tubuhnya agar menjadi cantik.

Efek dari operasi itu adalah Delirium. Delirium? Apa itu? Aku penasaran dan ingin mengetahui artinya. Setahuku itu adalah judul album dari penyanyi Ellie Goulding.

Setelah aku cari tahu, berikut adalah penjelasan Delirium.

Delirium adalah keadaan yang bersifat sementara dan biasanya terjadi secara mendadak, di mana penderita mengalami penurunan kemampuan dalam memusatkan perhatiannya dan menjadi linglung, mengalami disorientasi dan tidak mampu berfikir secara jernih. Gangguan ini berlangsung pendek dan ber-jam hingga berhari-hari, taraf hebatnya berfluktuasi, bereaksi pada malam hari, kegelapan membuat halusinasi visual dan gangguan perilaku meningkat. Penyebab delirium umumnya adalah termasuk penyakit fisik dan efek penggunaan obat-obatan. Diagnosis klinis biasanya dengan laboratorium dan pemeriksaan pencitraan (imaging) dan terapi untuk menemukan penyebabnya.

Ciri utama dari delirium adalah tidak mampu memusatkan perhatian. Penderita penyakit ini tidak dapat berkonsentrasi pada setiap hal, sehingga mereka memiliki kesulitan dalam mengolah informasi yang baru dan tidak dapat mengingat peristiwa yang baru saja terjadi. Hampir semua penderita mengalami disorientsi waktu dan bingung dengan tempat di mana mereka berada. Pada kasus penderita delirium berat, penderita tidak mengetahui diri mereka sendiri. Bahkan, beberapa penderita delirium mengalami paranoia dan delusi.

image

Penyebab

Delirium merupakan suatu keadaan mental yang abnormal, bukan suatu penyakit; dengan sejumlah gejala yang menunjukkan penurunan fungsi mental. Berbagai keadaan atau penyakit (mulai dari dehidrasi ringan sampai keracunan obat atau infeksi yang bisa berakibat fatal), bisa menyebabkan delirium, keadaan ini paling sering terjadi pada usia lanjut dan penderita yang otaknya telah mengalami gangguan, termasuk orang yang sakit berat, orang yang mengkonsumsi obat yang menyebabkan perubahan fikiran atau perilaku dan orang yang mengalami demensia.

Penyebab delirium :

  1. Alkohol, obat-obatan dan bahan beracun
  2. Efek toksik dari pengobatan
  3. Kadar elektrolit, garam dan mineral (misalnya kalsium, natrium atau magnesium) yang tidak normal akibat pengobatan, dehidrasi atau penyakit tertentu
  4. Infeksi akut disertai demam
  5. Hidrosefalus bertekanan normal, yaitu suatu keadaan dimana cairan yang membantali otak tidak diserap sebagaimana mestinya dan menekan otak
  6. Hematoma subdural, yaitu pengumpulan darah di bawah tengkorak yang dapat menekan otak.
  7. Meningitis, ensefalitis, sifilis (penyakit infeksi yang menyerang otak)
  8. Kekurangan tiamin dan vitamin B12
  9. Hipotiroidisme maupun hipotiroidisme
  10. Tumor otak (beberapa diantaranya kadang menyebabkan linglung dan gangguan ingatan)
  11. Patah tulang panggul dan tulang-tulang panjang
  12. Fungsi jantung atau paru-paru yang buruk dan menyebabkan rendahnya kadar oksigen atau tingginya kadar karbon dioksida di dalam darah
  13. Stroke.

Gejala

Delirium dapat diawali dengan berbagai gejala, dan kasus yang ringan mungkin sulit untuk dikenali. Tingkah laku seseorang yang mengalami delirium bervariasi, tetapi kira-kira sama seperti orang yang sedang mengalami mabuk berat. Ciri utama dari delirium adalah tidak mampu memusatkan perhatian, penderita tidak dapat berkonsentrasi, sehingga mereka memiliki kesulitan dalam mengolah informasi yang baru dan tidak dapat mengingat peristiwa yang baru saja terjadi.

Advertisements