Asam Lambung

Aku tidak pernah mengira bahwa sakit yang aku rasakan hampir sebulan lamanya ini bernama asam lambung. Puncak rasa sakitnya aku rasakan pada hari Jumat minggu kemarin. Setelah sholat Jumat, aku minta izin pulang cepat dari kantor. Ketika sampai di kosan, aku segera tertidur. Dua jam kemudian aku terbangun dan merasa mual hingga aku muntah berulang-kali.

Badan lemas, kepala pusing, keringat berlebih, susah BAB, sendawa, mual, muntah, dan perut yang nyeri adalah dampak dari asam lambung yang aku derita. Aku mencoba bertahan hingga hari minggu tetapi badan masih belum bisa nerima makanan. Alhasil, badanku jadi tambah lemas.

Pada hari Senin, aku datang ke kantor dan meminta tolong Pak BC untuk mengantarkanku berobat ke dokter. Setelah berobat aku menitipkan surat keterangan sakit dari dokter kepada Pak BC untuk diberikan kepada atasanku di kantor. Kemudian aku bergegas pergi menuju rumah. Di sepanjang perjalanan, aku menahan perut yang nyeri dan mual. Oh.. ini sangat menyakitkan.

Hingga hari ini, aku masih di rumah. Aku belum sehat dan perutku masih sakit. Namun, jika dibandingkan dengan 2 hari sebelumnya, hari ini terasa lebih baik.

image

Lalu, apa sih penyakit asam lambung itu?

Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah masalah yang cukup umum terjadi di masyarakat. Kondisi ini disebabkan oleh naiknya asam lambung menuju esofagus dan menimbulkan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada. Esofagus yang juga dikenal sebagai kerongkongan adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dan lambung.

Penyakit asam lambung atau GERD pada umumnya disebabkan oleh tidak berfungsinya lower esophageal sphincter (LES). LES adalah lingkaran otot pada bagian bawah dari esofagus. LES berfungsi sebagai pintu otomatis yang akan terbuka ketika makanan atau minuman turun ke perut. Setelah makanan masuk, LES akan menutup untuk mencegah asam dan makanan yang ada di perut agar tidak naik kembali ke kerongkongan atau esofagus.

Ketika asam lambung naik, jaringan dinding kerongkongan dan mulut akan teriritasi oleh asam lambung. Berikut ini adalah gejala-gejala yang paling umum dialami oleh penderita penyakit asam lambung:

  1. Refluks asam lambung atau regurgitasi.
  2. Asam di dalam perut akan kembali ke kerongkongan dan juga mulut sehingga muncul rasa asam dan pahit.
  3. Sensasi terbakar di dada atau nyeri ulu hati.
  4. Kondisi ini dirasakan pada tulang dada.
  5. Rasa nyeri akan terasa lebih kuat setelah makan dan saat membungkuk.
  6. Kesulitan menelan.

Selain gejala yang umum di atas, terdapat beberapa gejala lain yang mungkin dialami karena asam lambung yang naik. Gejalanya antara lain:

  1. Merasa seakan-akan ada benjolan di kerongkongan saat menelan.
  2. Laringitis: peradangan pada laring atau pita suara yang menyebabkan tenggorokan sakit dan suara menjadi parau.
  3. Batuk kering tanpa henti, terutama di malam hari.
  4. Sakit dada.
  5. Gigi menjadi rusak.
  6. Bau napas tidak sedap.
  7. Peningkatan jumlah air liur secara tiba-tiba.

Pengobatan penyakit asam lambung atau GERD ada berbagai macam. Dimulai dari penanganan sendiri oleh penderita, penggunaan obat-obatan khusus, hingga melalui prosedur operasi sebagai langkah terakhir.

Berikut ini adalah beberapa hal yang penderita bisa lakukan untuk meredakan gejala GERD:

  1. Menurunkan berat badan jika diperlukan.
  2. Makan dalam porsi kecil tapi lebih sering.
  3. Jangan langsung berbaring setelah makan
  4. Hindari cokelat, tomat, makanan berlemak, dan pedas.
  5. Hindari minum alkohol dan kopi.
  6. Berhenti merokok.
  7. Tidur dengan bantal yang agak tinggi untuk mencegah naiknya asam lambung ketika sedang berbaring.
  8. Hindari memakai pakaian yang terlalu ketat.

Berikut ini adalah beberapa jenis obat untuk asam lambung

Antasida

Antasida bisa dibeli di apotek secara langsung. Antasida berfungsi untuk menetralisir asam lambung. Tidak disarankan untuk dikonsumsi bersamaan dengan obat lain karena dapat berdampak pada tingkat penyerapan obat lain. Obat ini juga bisa meredakan rasa sakit akibattukak.

Alginat

Obat ini dikonsumsi tepat setelah makan. Alginat berfungsi melindungi dinding perut dan esofagus atau kerongkongan dari iritasi asam lambung yang berlebihan. Obat ini bisa dibeli langsung di apotek tanpa resep dokter.

Penghambat reseptor H2 atau H2-receptor antagonist (H2RA)

Obat ini mengurangi asam lambung dengan cara menghambat efek histamin. Histamin diperlukan tubuh untuk menghasilkan asam lambung. Contoh obat H2RA adalah ranitidin dan nizatidine. Pembelian obat ini biasanya memerlukan resep dokter.

Penghambat pompa proton atau proton-pump inhibitors (PPI)

Obat ini berfungsi untuk mengurangi produksi asam di dalam perut. Obat ini jarang memberikan efek samping yang berat. Jika pun ada, kondisinya tidak terlalu parah dan bisa berupa konstipasi, pusing, dandiare. Contoh obat PPI adalah omeprazole, lansoprazole danesomeprazole. Obat ini biasanya membutuhkan resep dari dokter.

Prokinetik

Obat ini berfungsi mempercepat proses pengosongan perut. Ini berarti makanan dan asam lambung akan lebih cepat masuk ke dalam usus halus sehingga mengurangi kesempatan asam lambung untuk naik ke esofagus. Obat ini tidak disarankan untuk digunakan oleh orang-orang berusia di bawah 20 tahun akibat potensi efek sampingnya. Contoh obat prokinetik adalah domperidone danbethanecol. Obat ini umumnya memerlukan resep dokter.

Penanganan dengan Operasi

Operasi menjadi langkah penanganan terakhir untuk penyakit asam lambung atau GERD jika penanganan sendiri dan obat-obatan tidak memberikan hasil yang signifikan. Kondisi lain ketika operasi menjadi pilihan untuk dilakukan adalah:

  1. Terjadinya peradangan yang parah pada esofagus.
  2. Terjadinya penyempitan esofagus sehingga makanan susah turun ke perut.
  3. Terjadinya perubahan pada sel esofagus yang disebabkan oleh iritasi asam lambung, sering disebut sebagai esofagus Barrett.

Operasi fundoplikasi Nissen laparoskopi berfungsi mengencangkan LES untuk mencegah naiknya asam lambung ke esofagus. Ini dilakukan dengan membungkus LES dengan bagian atas perut untuk membentuk kerah. Operasi ini biasanya dilakukan dengan cara laparoskopi atau operasi ‘lubang kunci’.

Advertisements