The Imitation Game

Hari ini aku menonton film The Imitation Game, sebuah film tentang kehidupan seorang ahli matematika pada zaman Perang Dunia Kedua (PD2). Namanya adalah Alan Turing yang diperankan oleh aktor Benedict Cumberbatch. Film ini tidak menceritakan tentang peperangan, pengeboman atau adu tembak para tentara di PD2, melainkan cerita tentang kehidupan Alan Turing dan bagaimana ia mampu memecahkan kode dari Mesin Enigma.

PD2 adalah sebuah perang global yang berlangsung mulai tahun 1939 sampai 1945. Perang ini melibatkan banyak sekali negara di dunia —termasuk semua kekuatan besar — yang pada akhirnya membentuk dua aliansi militer yang saling bertentangan : Sekutu dan Poros. Perang ini merupakan perang terluas dalam sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta orang di berbagai pasukan militer. Dalam keadaan “perang total“, negara-negara besar memaksimalkan seluruh kemampuan ekonomi, industri, dan ilmiahnya untuk keperluan perang, sehingga menghapus perbedaan antara sumber daya sipil dan militer. Ditandai oleh sejumlah peristiwa penting yang melibatkan kematian massal warga sipil, termasuk Holocaust dan pemakaian senjata nuklir dalam peperangan, perang ini memakan korban jiwa sebanyak 50 juta sampai 70 juta jiwa. Jumlah kematian ini menjadikan Perang Dunia II konflik paling mematikan sepanjang sejarah umat manusia.

imageAlan Turing mempunyai peranan penting bagi kerajaan Inggris saat PD2. Berkat kejeniusannya, Alan bisa memecahkan kode dari Mesin Enigma buatan Jerman. Mesin ini adalah alat yang digunakan oleh Jerman untuk mengirimkan informasi tentang perang, strategi, rencana dan target penyerangan. Informasi tersebut dikirim melalui sinyal radio. Isi pesan itu bisa didengar oleh masyarakat umum. Jika didengarkan itu hanyalah pesan biasa semisal laporan cuaca. Namun dibalik itu semua ternyata ada pesan rahasia yang hanya dimengerti oleh tentara Jerman.

Tugas Alan Turing adalah memecahkan kode tersebut sehingga bisa dimengerti oleh pihak kerajaan Inggris. Sekitar dua tahun lebih, Alan terus berusaha memecahkan kode itu. Hingga akhirnya ia berpikir untuk membuat mesin tandingan Enigma. Ia menamakan mesin itu dengan nama Christopher, diambil dari nama sahabat masa kecilnya yang sudah meninggal akibat TBC. Nama lainnya disebut juga dengan Mesin Bombe.

Menurutku, totalitas akting dari Benedict Cumberbatch patut diacungi jempol. Saat menonton film ini kamu akan merasakan sensasi dan nuansa dari kehidupan seorang jenius yang berusaha membuktikan bahwa mesin ciptaannya dapat membantu Inggris dalam PD2.. Benedict sangat luwes dan apik memerankan Alan Turing. Keren! Sama kerennya seperti film-film yang ia bintangi seperti Sherlock Holmes dan Star Trek Into The Darkness. Dia juga menjadi pengisi suara naga dalam film The Hobbit : The Desolation of Smaug. Tahun 2016 ini, Benedict akan hadir dalam film Marvel yang berjudul Doctor Strange.

The Imitation Game sendiri adalah sebuah makalah atau teori yang ditulis dan dikembangkan oleh Alan Turing. Dalam permainan ini ada dua orang. Satu orang sebagai penilai dan lainnya adalah pelaku. Si penilai memberikan pertanyaan kepada pelaku dengan berbagai jenis pertanyaan. Tujuan dari permainan ini adalah untuk mengetahui apakah seseorang itu adalah manusia atau mesin atau bahkan sesuatu yang lain.

Ini adalah film yang bagus. Aku merekomendasikan kamu untuk menontonnya. Kenapa? Selain berhubungan dengan PD2, film ini juga memberitahu bahwa Alan Turing adalah seorang penemu mesin komputasi yang sekarang kita sebut dengan komputer.

Jika kamu makin penasaran, tontonlah film ini. 😀

image#####

Berikut ini adalah penjelasan dari Wikipedia tentang Alan Turing :

Alan Mathison Turing (lahir 23 Juni 1912 – meninggal 7 Juni 1954 pada umur 41 tahun) di Maide Vale, London, Inggris, ia adalah seorang peneliti matematikadan komputer, dan pahlawan perang Inggris.

Dia adalah seorang dari peneliti-peneliti komputer modern digital pertama. Selain itu dia adalah orang pertama yang berpikir menggunakan komputer untuk berbagai keperluan. Dia mengatakan bahwa komputer dapat menjalankan berbagai program.

Dia juga memberikan ide tentang mesin Turing, mesin yang dapat menjalankan sekumpulan perintah. Turing juga yang mencetuskan tes Turing. Namanya diabadikan dalam nama Penghargaan Turing.

Pada tahun 1936, Alan pergi ke Princeton University di Amerika kemudian kembali ke Inggris pada tahun 1938. Disana ia mulai bekerja secara rahasia sebagai tenaga paruh waktu untuk departemen kriptoanalisis Inggris, Kode Pemerintah dan Sekolah Cypher. Pada saat pecah perang dunia II ia mengambil pekerjaan penuh waktu di kantor pusatnya, Bletchley Park.

Di sini ia memainkan peran penting dalam menguraikan pesan yang dienkripsi oleh mesin Enigma Jerman, yang menyediakan data intelijen penting bagi Sekutu. Dia memimpin sebuah tim yang merancang sebuah mesin yang dikenal sebagai Bombe yang berhasil menterjemahkan pesan Jerman. Dia menjadi tokoh terkenal dan agak eksentrik di Bletchley.

Setelah perang dunia 2 selesai, Alan Turing berubah pikirannya untuk pengembangan mesin yang secara logis akan memproses informasi. Dia bekerja pertama untuk National Physical Laboratory (1945-1948). Rencananya itu ditolak oleh rekan-rekannya dan laboratorium yang diusulkan untuk proyek tersebut kalah untuk menjadi yang pertama merancang sebuah komputer digital.

Pada tahun 1949, ia pergi ke Manchester University di mana dia memimpin laboratorium komputasi dan mengembangkan sebuah mesin yang membantu untuk membentuk dasar-dasar pada bidang kecerdasan buatan. Pada tahun 1951 dia dipilih sebagai salah satu anggota dari Royal Society.

Pada tahun 1952, Turing ditangkap dan diadili atas tindak pidana homoseksualitas. Untuk menghindari penjara, ia menerima suntikan estrogen selama setahun, yang dimaksudkan untuk menetralkan libidonya. Pada masa itu, homoseksual dianggap sebagai sebuah risiko keamanan karena mereka terbuka untuk memeras. Izin keamanan Turing ditarik, berarti dia tidak bisa lagi bekerja untuk GCHQ, penerus pasca-perang untuk Bletchley Park. Hal ini membuatnya bunuh diri pada 7 Juni 1954.

Advertisements