Aqiqah Mbak Gadis

Sebelum sholat Jumat, teman-teman di kantor mengajakku pergi ke Panti Asuhan di pinggiran rel kereta daerah Tanah Abang. Mbak Gadis berniat aqiqah. Dia sudah mempersiapkan daging kambing yang sudah dimasak serta nasi kebuli. Menu makanan tersebut dikoordinir oleh Habibi.

Akikah (bahasa Arab: عقيقة, transliterasi: Aqiqah) adalah pengurbanan hewan dalam syariat Islam, sebagai penggadaian (penebus) seorang bayi yang dilahirkan. Hukum akikah menurut pendapat yang paling kuat adalah sunah muakkadah, dan ini adalah pendapat jumhur ulama menurut hadits. Kemudian ada ulama yang menjelaskan bahwa akikah sebagai penebus adalah artinya akikah itu akan menjadikan terlepasnya kekangan jin yang mengiringi semua bayi sejak lahir. Akikah berarti menyembelih kambing pada hari ketujuh kelahiran seseorang anak. Menurut bahasa, akikah berarti pemotongan. Hukumnya sunah muakkadah bagi mereka yang mampu, bahkan sebagian ulama menyatakan wajib.

Singkat cerita, aku sudah sampai di tempat. Kondisi tempatnya terkesan kumuh dan tidak terawat dengan baik. Saat aku Jumatan, masjidnya terletak di pinggiran kali yang kotor dan menimbulkan bau yang tidak enak. Di sini, aku melihat sisi lain dari kota Jakarta. Jika biasanya aku melihat hal-hal yang bersifat mewah dan wah, hari ini aku melihat sisi yang lain.

Dari cerita Habibi, anak-anak yang ada di Panti Asuhan (sebenarnya lebih mirip yayasan kecil), mereka adalah anak-anak dari kaum dhuafa (keluarga miskin dan tidak mampu) dan beberapa anak memang sudah tidak memiliki ayah. Aku jadi sedih. Aku juga sudah kehilangan sosok ayah. Namun di usianya yang masih kecil, mereka terlihat bahagia. Semoga Allah senantiasa memberikan rezeki yang baik bagi mereka.

Habibi juga cerita kalau beberapa orang tua di sana tidak suka jika anak-anaknya belajar dan sekolah di bawah asuhan ustadzah di sana. Jika anak-anak itu sekolah maka mereka tidak bisa kerja. Ya, kerja. Tahu apa kerjaannya? Seperti mengamen dan mengemis di jalanan dan beberapa ‘pekerjaan’ yang sering dilakukan oleh anak-anak jalanan. Masya Allah… semoga Allah segera membuka pintu hatinya.

Hal ini terjadi karena kemskinan. Melihat kondisi seperti itu secara langsung membuatku berpikir dan semakin bertekad untuk terus bekerja dengan baik agar memiliki penghasilan yang bisa mencukupi kebutuhanku.

Lepas dari semua itu, acara doa dan selamatan untuk aqiqah Mbak Gadis berjalan dengan lancar. Semua anak di sana mendoakan kebaikan untuknya. Amin.

Aqiqah

Advertisements