Rezeki Tak Terduga

Ceritanya tadi pagi pas aku naik ke lantai 4 mau menjemur ‘peralatan tempur’ alias CD, Mbak Hafsah mencegahku naik ke tempat jemuran. Mbak Hafsah adalah pembantu di kosan aku. Dia bilang padaku agar aku mengeringkan CD-nya terlebih dahulu di mesin cuci. Biar cepet kering, katanya. Biasanya aku tidak mau repot-repot ngeringin lagi. Aku biarin aja sampai kering sendiri.

Tapi karena dia yang meminta, ya sudahlah. Nah, ketika proses pengeringan terjadi, Mbak Hafsah menghampiriku dan membawa sebuah sabun. Dia nanya, “Mas ini apa?” Pas aku lihat ternyata itu adalah sabun mandi kecil berbentuk bulat. Aku baca di labelnya bertuliskan Hand Soap – Hotel Borobudur. Oh, ini adalah sabun dari hotel.

Lalu Mbak Hafsah mengajakku ke pinggiran tempat cucian. Di sana dia mengeluarkan berbagai macam peralatan mandi lainnya dari sebuah kantong kresek besar. Menurut cerita Mbak Hafsah, barang-barang itu adalah peninggalan Mas Ricky (salah satu penghuni kos yang telah keluar). Mas Ricky sering pergi keluar kota (seperti dinas kerja gitu lah) dan selalu membawa pulang barang-barang itu.

Mbak Hafsah menawariku untuk mengambil barang-barang tersebut. Wuihh…tentunya aku senang ditawari hal itu. Akhirnya, aku mengambil beberapa buah peralatan mandi seperti alat cukur kumis, sabun, sampo, sisir dan sikat gigi.

Alhamduilillah. Ini adalah rezeki yang tidak pernah aku duga sebelumnya. Terima kasih, Ya Allah.

Bath

Advertisements