Cinta Itu Tumbuh

Malam ini aku buka Facebook dan muncul notifikasi tentang memory dari posting yang dulu. Dan aku menemukan posting yang bagus yang pernah aku buat pada saat itu.

###

Cinta itu tumbuh. Setiap hari cukup 0,001 % namun terus berkembang, tetap tumbuh, tiada henti laksana matahari yang terus bersinar, tanpa lelah, tanpa keluh kesah.

Cinta itu beradaptasi. Dari salam, sapa dan beberapa perhatian kecil. Dibutuhkan usaha yang keras dan istiqomah guna mencapai tujuan utama.

Cinta itu ada dalam logika dan nalar kita namun yang seringkali terjadi justru diluar itu. Ia tidak membutuhkan alasan atau pun sebab. Ia datang tanpa diduga. Pun bisa hilang secepat debu yang terguyur oleh tetesan air hujan.

Cinta juga sebuah perjuangan. Hanya bisa dimengerti oleh mereka yang benar-benar memiliki hati nurani. Ia sangat halus dan lembut sehingga tidak dapat dilihat jika bukan oleh mata hati.

Dan cinta itu setia. Tidak ada bagian untuk seekor Serigala berbulu Domba. Karena ia hanya pantas bersanding dengan Hyena. Cinta itu ada bagi mereka yang percaya kepada pasangannya, sayang kepadanya, rindu akan kehadirannya serta menangisi kepergiannya.

Cinta bukanlah sebuah permainan belaka atau untuk pemuas hawa nafsu manusia. Cinta itu sebuah kehangatan yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang memiliki selimut kasih sayang.

Mungkin saat ini kamu, kita atau bahkan kebanyakan manusia di dunia tidak merasakan cinta yang didambakan. Pun kamu marah, kesal, sedih, kecewa karena sebuah perselisihan atau bahkan suatu perpisahan. Namun ketahuilah, bagi kamu yang saat ini masih diberikan rasa mengasihi, cinta itu akan datang. Segera. Bahkan sudah sangat dekat. Apabila sudah dapat, cinta dari pasanganmu itu akan tumbuh, tumbuh dan berkembang hingga kau tidak sadar kau dan dia sudah memiliki pohon cinta sebesar itu. Dan bagimu yang masih termenung atau bahkan murung merana, dengarlah. Ubahlah sudut pandangmu tentang masa depan. Tentang keyakinan, tentang ketuhanan. Atau bila ada yang tidak percaya akan semua hal ini, aku tidak peduli. Yang aku utamakan, aku punya cinta. Ya itu sudah cukup.

Minimal rasa itu ada dan bisa jadi benih yang jadi cikal bakal menuju cinta dan kebahagiaan. Dan lagi, kenapa Allah menciptakan cinta, membolak-balikan hati dan memiliki rahasia tersembunyi? Itu karena kita dianugerahi akal dan pikiran serta rasa cinta untuk mengetahui semuanya. Hanya bisa dimengerti oleh mereka yang pandai menggunakan akalnya.

Di akhir malam ini, biarkanlah semua berlaku seperti apa adanya. Seperti takdirnya. Seperti seharusnya.

Bismilah, semoga Allah memberikan yang terbaik bagi kita semua dan menyelamatkan kita dari neraka.

Semoga, cinta itu tumbuh. Terus tumbuh… dan menjadi kokoh.

Cinta itu anugerah. Cinta itu karunia. Cinta itu permata. Cinta itu ‘kamu.’

Advertisements