Ada Copet Diantara Kita

Pukul 16:53 kemarin, seperti biasanya aku sudah sampai di Stasiun Kereta Karet. Setelah menunggu sekitar sepuluh menit, akhirnya kereta datang juga. Kondisi di dalam kereta sudah dipenuhi para penumpang. Dengan tekad yang kuat, aku segera masuk disertai penumpang lainnya dan kereta pun semakin penuh.

Tidak lama kemudian, kereta sudah sampai di Stasiun Sudirman yang jaraknya memang dekat dari Stasiun Karet. Aku memprediksi kereta akan semakin penuh. Benar saja, sesaat setelah pintu kereta terbuka, orang-orang segera masuk ke dalam kereta dan bertabrakan dengan para penumpang yang akan turun. Kenapa mereka terburu-buru masuk? Ada beberapa kemungkinan. Pertama, penumpang sudah menunggu lama kereta datang. Kedua, mereka ingin memastikan agar dapat spot untuk masuk ke dalam kereta. Berdiri tidak jadi masalah, asal bisa masuk kereta. Ketiga, rentang waktu dari pintu terbuka hingga tertutup lagi sangatlah pendek. Hanya sekitar 30 detik. Dan setelah pintu ditutup kereta pun berjalan menuju stasiun berikutnya, Manggarai.

Tiba-tiba terdengar teriakan seorang perempuan. Dan terjadi kegaduhan. Dia merasa telah kehilangan hape. Setelah dicek berulang-kali, hapenya memang telah raib. Si Perempuan itu curiga terhadap seorang lelaki bertopi dengan lengan yang bertato. Si Pria Bertato tersinggung karena dituduh sebagai pencopet. Kemudian dia marah-marah. Si Perempuan curiga karena Si Pria Bertato tadi yang telah membantu memindahkan Paper Bag miliknya. Dan dia juga berdiri dekat dengan Si Perempuan.

Masih penasaran, Si Perempuan mencoba menelpon nomor hapenya menggunakan hape temannya. Ternyata masih aktif. Aku mendengar ada suara hape terdengar nyaring. Lalu ada suara blug!. Benda yang jatuh itu adalah hapenya si korban. Spontan semua penumpang KRL yang berada di situ ramai dan segera menyoraki dan memegangi si pelaku pencurian hape. Si pelaku sengaja menjatuhkan hape si korban agar tidak ketahuan mencuri. Tetapi ada saksi mata yang melihatnya. Pelaku adalah seorang pria pendek berkaos hitam.

Singkat cerita, selama perjalanan dari Sudirman ke Manggarai, si pencopet habis di-bully para penumpang. Ada juga yang geram dan memukulnya. Setelah sampai di Manggarai, para petugas PKD segera menciduknya. Ia dibawa ke pos keamanan. Si korban ikut bersama satu orang saksi perempuan dan seorang pria tinggi besar yang sedari tadi mengamankan si pencopet di kereta.

Setelah kereta berjalan, Si Pria Bertato pura-pura bego dengan menanyakan arah ke Jatinegara. Ia bertanya kepada seorang ibu-ibu. Ibu-ibu itu menyarankan dia untuk turun di Tebet. Padahal kalau memang dia mau ke Jatinegara, seharusnya dia segera turun di Manggarai.

Selepas Si Pria Bertato keluar, Si Ibu tadi berkata kepadaku bahwa dia sudah curiga kepadanya. Si Pria Bertato yang awalnya sangar pas di Sudirman, tiba-tiba ciut saat si pencopet diciduk penumpang lain. Aku dan si Ibu menduga bahwa dia adalah komplotan pencopet kereta.

Aku sendiri memang curiga kepada pria itu. Setahuku para pencopet beraksi tidak hanya seorang. Minimal dua orang pelaku pencopetan. Satu yang mengalihkan perhatian dan satu orang lagi yang beraksi.

Selama aku naik KRL, hal ini adalah kejadian pencopetan ketiga yang aku alami sebagai saksi. Semoga musibah ini tidak terjadi lagi kepada siapa pun. Kalau kamu  mau naik KRL, berhati-hatilah dan jaga selalu barang bawaan.

Advertisements