Terbangun

Sabtu 21:48 – Satu hal yang tidak aku sukai pada diriku adalah kebiasaan buruk jika sudah terbangun tiba-tiba saat tidur. Disebut buruk karena aku sangat tidak suka jika sedang tidur lalu terbangun karena hal yang membuat aku jengkel seperti suara bising dari tetangga, kucing yang berantem di luar dan sebagainya. Jika sudah seperti itu, hal yang sering aku alami selain jengkel dan kesal adalah tidak bisa tidur lagi kecuali ketika aku memang sangat capek maka ketika aku terbangun, aku bisa segera tidur lagi.

Tapi lain halnya dengan malam ini. Aku terbangun dan susah sekali untuk tidur. Untuk mengatasinya aku menonton film sebagai cara agar aku bisa segera tidur. Singkat cerita, jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, aku masih belum ngantuk dan tetanggaku masih saja bising dengan teriak-teriak terus dari semenjak aku terbangun tadi. Aku cermati, ternyata si Teteh tetanggaku itu sedang kedatangan adiknya yang cerewet. Dia terus saja ngobrol, nyanyi-nyanyi dan bercanda dengan anaknya si Teteh sampai jam setengah satu malam. Aku bisa mendengar suara nyaring mereka karena jarak rumah kontrakan kami yang kecil ini sangat berdekatan dengan mereka dan bentuk rumah di sini memiliki banyak sekali lubang ventilasi. Alih-alih berfungsi untuk sirkulasi udara, ventilasi itu jadi tidak bisa menyaring suara dari tetangga. Oh terima kasih Bapak Pemilik Kontrakan yang baik hati dan begitu brilian dengan idenya tersebut.

Sementara istriku sudah tertidur, aku masih saja terus melek. Belum tahu kapan bisa terpejam mata ini. Sempat terlintas di benakku bahwa aku harus memiliki rumah yang besar dan luas dengan arsitektur yang bagus dan tidak berdempetan dengan tetangga. Suatu saat nanti. Semoga tidak lama lagi.

Aku ingin memiliki rumah sendiri. Punya aturan sendiri. Aku mendambakan rumah idaman. Rumah yang serasa Surga bagi aku dan keluargaku. Sebuah rumah yang nyaman, aman dan tenang. Rumah yang bisa memberikan aku arti kebebasan.

Amin.

 

Advertisements