Kenapa Lisan Harus Dijaga?

Lisan berasal dari Bahasa Arab yang bermakna ucapan. Secara harfiah bisa diartikan lidah. Lidah merupakan salah satu organ vital manusia yang berguna untuk berkomunikasi dengan cara mengeluarkan suara/kata-kata/ucapan.

Kita sebagai manusia yang notabene adalah makluk sosial selalu berkomunikasi dengan manusia lainnya melalui pembicaraan. Dalam satu hari, seseorang bisa mengeluarkan banyak kata-kata. Entah itu perkataan yang baik atau mungkin sesuatu yang buruk. Oleh karena itu, kenapa kita diharuskan untuk menjaga lisan? Agar kita selamat. Selamat dari ucapan yang sia-sia, menghinakan orang lain, menghujat hingga berbohong dan fitnah.

lisan

Baca : Salamatul insan fii hifdzi lisan. Artinya keselamatan seseorang berada pada menjaga lisannya

Hari ini, kita sedang memperhatikan kasus orang yang tertimpa ulahnya sendiri sebab dia tidak menjaga lisannya. Berkoar-koar tentang hal yang tidak ia pahami, memfitnah seseorang, melecehkan agama, mengancam, membentak dan ucapan kotor lainnya. Hal ini tidak sepatutnya dilakukan. Apalagi jika dia adalah publik figur yang dikenal banyak orang.

Seseorang yang sudah biasa tidak menjaga lisan maka hal itu akan menjadi suatu kebiasaan dan bisa berubah menjadi sifat. Akhirnya ia akan terus-menerus mengulangi hal yang sama. Ia akan kecanduan. Ya, kecanduan untuk sembarangan berbicara. Jika seseorang tidak bisa menjaga lisannya maka ia tidak pantas untuk memimpin masyarakat yang nantinya harus ia jaga. Sebelum bisa menjaga orang lain, ia harus mampu menjaga dirinya sendiri.

Jika seseorang tidak bisa bicara yang baik maka sebaiknya ia diam.

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata yang baik atau diamlah.” (H.R. Bukhari Muslim)

“Seorang muslim ialah orang yang mampu menjaga lidah dan tangannya dari mengganggu muslim sesamanya.” (H.R. Bukhari Muslim)

Salah satu ciri orang yang beriman kepada Allah Swt. adalah senantiasa memelihara lisannya agar selamat dari ucapan-ucapan dusta, kotor dan sia-sia. Karena orang beriman adalah orang yang yakin akan kehadiran Allah dalam situasi seperti apapun dan yakin bahwa setiap hal besar maupun kecil, samar maupun nampak, akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah Swt.

Allah Swt. berfirman, “Tiada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qof [50] : 18)

Banyak masalah di antara sesama manusia yang timbul hanya karena lisan yang tak mampu dikendalikan. Rasa marah, sakit hati, hingga dendam yang melahirkan keburukan yang lebih besar, bisa terjadi disebabkan lisan yang tak dijaga. Oleh karena itu Imam Syafii r.a pernah mengatakan, “Apabila seseorang ingin berbicara, hendaklah ia berpikir dahulu. Bila jelas maslahatnya, maka bicaralah. Namun, jika dia ragu, maka janganlah dia berbicara hingga nampak jelas maslahatnya.”

Orang yang senantiasa menjaga lisannya dari ucapan-ucapan dusta, kotor dan sia-sia maka akan senantiasa terjaga pula hatinya sehingga senantiasa bersih. Lisan yang selamat juga akan menularkan kedamaian di sekitarnya. Semoga Allah. selalu memberi kita hidayah sehingga kita menjadi hamba-hamba-Nya yang istiqomah dalam memelihara lisan. (Sumber : FB AA Gym)

 

Advertisements