3 Kejadian Berturut-turut

Minggu, 05FEB17

Sore ini, kami berencana untuk mengadakan acara 4 bulan kehamilan istriku tercinta. Segala hal telah dipersiapkan. Adik iparku adalah orang yang berjasa mengurus semuanya mulai dari pesan katering, beli kue-kue kecil, puding, lemper, risoles dan lain-lain. Sementara itu para ibu di sini yaitu nenek, uwa, bibi-bibi dan sepupu dari istriku bertugas mengukus makanan tradisional hasil dari kebun seperti ubi, ganyol, kacang tanah dan lain-lain. Selain itu mereka juga membuat rujak khas yaitu buah-buahan yang diparut dan ditumbuk menjadi satu. Isinya antara lain pepaya muda, jeruk bali, delima, jambu, dan sebagainya.

Sekitar dua jam sebelum acara, saat kami sedang merapikan ruang tamu, tiba-tiba Neng Siti, sepupu iparku berteriak. Dia yang sedang berada di dekat pintu rumah dikejutkan oleh rombongan orang berhelm yang salah satu dari mereka menggendong anak lelaki umur 10 tahun. Anak itu adalah tetangga kami yang bernama Sani. Mereka membawa anak itu ke rumahnya. Usut punya usut, ternyata Sani menjadi korban tabrakan. Kaki kanannya patah dan dia terlihat shock berat.

Sementara itu, si lelaki yang menabraknya juga terluka. Kakinya terluka cukup parah dan masih mengeluarkan darah. Berdasarkan cerita darinya, Sani berlari dari arah berlawanan dan tidak melihat kiri-kanan saat menyebrang jalan. Sani yang berlari dari sebuah gang mengagetkan si lelaki yang sedang mengendarai motor bersama istrinya. Menurut para saksi mata, Sani memang berlari ke arah si lelaki itu dan motornya pun dikendarai dalam keadaan pelan alias tidak ngebut.

Setelah si lelaki dan Sani dibawa ke rumah sakit, kami pun kembali ke rumah. Tetapi, baru saja satu kejadian berakhir, kini di depan rumah Nenek ada yang berteriak keras. Karena penasaran, aku dan yang lain keluar dari rumah dan melihat kejadian kedua.

Dari apa yang kulihat dan kudengar, ada 5 orang remaja tanggung yang baru pulang dari menonton hiburan Dogdog Lojor di kampung sebelah. Ternyata disana mereka berantem dengan yang lain sampai masalahnya dibawa ke sini. Salah satu remaja itu mengalami memar cukup parah di mata dan pelipisnya. Acara berantem-berantem ini disponsori oleh minuman keras oplosan yang membuat mereka kehilangan akal pikirannya dan hanya mau membuat onar. Belakangan, aku tahu bahwa salah satu remaja tanggung itu bernama Ifan yang tak lain adalah cucu dari adik neneknya istriku. Pendeknya, dia adalah saudara dari istriku.

Kejadian kedua ini baru selesai saat adzan ashar berkumandang. Aku dan keluarga segera kembali ke rumah. Urusan kami pun harua segera dimulai.

Pukul 4 sore mulaiah berdatangan para tamu yang mayoritas adalah ibu-ibu pengajjan. Mereka adalah para tetangga dan teman dari Mama Mertua.

Alhamdulillah, acara syukuran istriku ini berjalan lancar. Lantunan ayar-ayat suci Al-Quran dibaca oleh hadirin. Surat Yusuf, Ar-Rahman dan surat lain dalam Al-Quran menjadi penutup sore kami yang syahdu. Doa-doa dipanjatkan agar istri dan anak dalam kandungan bisa sehat, lancar pada saat kehamilan dan lahiran nanti serta kami berharap sang anak terlahir sehat dan lengkap. Semoga nanti ia bisa menjadi anak yang pintar dan soleh.

Amin.

(Keterangan :bDogdog Lojor merupakan untaian dua kata, yaitu dogdogbdan lojor. Dogdog merupakan alat musik tabuh yang terbuat dari batang kayu yang berongga dengan bulatan berdiameter 15 cm dan ujungnya mengecil berdiameter antara 12-13 cm, sedangkan panjangnya lebih kurang 90 cm hingga 100 cm. Pada ujung bulatan yang berdiameter 15 m itu ditutup dengan kulit kambing yang telah dikeringkan, kemudian diikat dengan tali bambu dan dipaseuk/baji untuk mengencangkan kulit tersebut, sehingga kalau dipukul Akan mengeluarkan suara dog.. dog.. dog. Akhirnya disebutlah alat musik itu dogdog. Sedangkan lojor berarti `panjang’. Biasanya dogdog yang umum panjangnya berukuran antara 30 — 40 cm. Dogdog lojor mempunyai panjang 90 — 100 cm. Jadi, dogdog lojor adalah dogdog yang panjang)

Advertisements