Iri

Berita yang sedang hot dibicarakan di kantor selain Pilkada adalah tentang rencana perpindahan kantor. Rencananya kantor kami akan pindah ke Bandara Soekarno Hatta Cengkareng. Berita dadakan ini diutarakan oleh Manajer Refund. Menurutnya dalam waktu dekat ini, aku dan semua teman kerja akan dipindahkan ke sana. Bukannya senang, tetapi kami galau. Kenapa? Karena lokasinya terlalu jauh dan lain sebagainya. Intinya banyak yang keberatan akan keputusan ini.

Aku adalah salah satu pegawai yang tidak suka dengan keputusan ini. Duh, makin gak betah aja nih bekerja di kantor. Masalah rapelan gaji aja belum kelar, sekarang sudah ada hal lain yang perlu dipikirkan.

Karena aku tidak mau, aku meneruskan ikhtiar mencari pekerjaan baru, yang sebelumnya sudah sering aku lakukan. Sepertinya saat ini, situasinya sudah semakin gawat. Entah sudah berapa banyak perusahaan yang sudah aku lamar tetapi hingga sekarang masih belum ada yang calling aku untuk interview.

Aku merasa iri dengan mantan rekan kerjaku yang gampang sekali mencari pekerjaan. Dulu dia sekantor denganku tetapi kemudian resign dan melamar di perusahaan lain. Tidak butuh waktu lama, akhirnya ia mendapatkan pekerjaan baru tersebut. Sementara aku masih saja terdampar di sini.

iri-hati

Tetapi aku tidak boleh memelihara iri karena itu adalah penyakit hati. Allah melarang kita iri pada yang lain karena rezeki yang mereka dapat itu sesuai dengan usaha mereka dan juga sudah jadi ketentuan Allah.

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS An Nisaa’ Ayat 32)

Iri hanya boleh dalam dua hal yaitu dalam hal bersedekah dan ilmu. Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada jalan yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksanaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya.“

Daripada iri hati, sebaiknya aku berusaha untuk belajar bersyukur. Bersyukurlah karena engkau tidak memiliki semua yang diinginkan. Jika engkau memiliki semuanya, apalagi yang hendak dicari? Bersyukurlah saat engkau tidak mengetahui sesuatu karena itu memberi kesempatan kepadamu untuk belajar. Bersyukurlah atas masa-masa sulit yang engkau hadapi karena selama itulah engkau tumbuh menjadi dewasa.

(Tentang penyakit iri hati ini, telah aku jelaskan di Posting Ishfah Seven : Envy VERSUS Syukur)

Advertisements