Serakah

Aku ingin begini
Aku ingin begitu
Ingin ini itu banyak sekali

Semua semua semua
Dapat dikabulkan
Dapat dikabulkan
Dengan kantong ajaib

Sewaktu aku kecil dulu, lagu ini sering aku dengar di hari Minggu saat anime Doraemon tayang di televisi. Hampir semua orang suka dengan anime ini. Apalagi anak kecil. Aku seringkali membayangkan diriku seperti Nobita yang mempunyai Doraemon. Wuih.. enak ya rasanya. Semua keinginan kita akan terkabul dengan kantong ajaib-nya Doraemon yang berisi berbagai macam alat dari masa depan. Namun Nobita selalu mengulangi banyak kesalahan yang ujungnya bergantung kepada alat dari Doraemon. Walaupun Doraemon sudah sering menasihati cara pakai sebuah alat, Nobita sering lupa atau malah keasyikan menggunakannya sehingga pada akhirnya bisa berdampak buruk bagi dirinya sendiri atau bahkan orang lain. Anime ini banyak mengajari anak-anak tentang pentingnya belajar dan tidak boleh bergantung kepada alat atau orang lain.

Lepas dari anime Doraemon, kita sebagai manusia memiliki rasa ingin memiliki banyak hal seperti Nobita. Ingin ini, ingin itu, banyak sekali. Namun anehnya, setelah kita mendapatkan apa yang kita inginkan, kita masih berambisi untuk mendapatkan hal yang lain. Contoh kecilnya, seorang anak yang sedang makan es krim, masih meminta burger dan ayam goreng, padahal es krim itu masih belum habis. Disadari atau tidak, kita memiliki penyakit hati yang bernama serakah. Kita harus bisa belajar untuk merasa cukup.

Serakah yaitu sikap tidak puas dengan yang menjadi hak atau miliknya, sehingga berupaya meraih yang bukan haknya. Setiap orang berpotensi bersikap serakah. “Jika seorang anak Adam telah memiliki harta benda sebanyak satu lembah, pasti ia akan berusaha lagi untuk memiliki dua lembah. Dan andaikata ia telah memiliki dua lembah, ia akan berusaha lagi untuk memiliki tiga lembah. Memang tidak ada sesuatu yang dapat memenuhi keinginan anak Adam kecuali tanah (tempat kubur, yakni mati). Dan Allah akan menerima tobat mereka yang bertobat.” (H.R. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Tirmidzi)

Sikap serakah dapat mendorong orang mencari harta sebanyak-banyaknya dan jabatan setinggi-tingginya, tanpa menghiraukan cara halal atau haram. Serakah telah membuat banyak pejabat melakukan korupsi, padahal mereka sudah bergaji besar dan ditambah dengan berbagai tunjangan. Keserakahan dapat membuat seseorang bersikap kikir alias tidak dermawan dan tidak peduli akan nasib orang lain. Serakah dan tamak telah membinasakan kaum sebelum umat Muhammad Saw. “Jauhkanlah kikir dan tamak, karena hal itu telah membinasakan orang-orang sebelum kamu.” (HR Muslim).

serakah

Obat untuk serakah adalah qona’ah. Qona’ah artinya rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kurang. Qona’ah bukan berarti hidup bermalas-malasan atau tidak mau berusaha sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Justru orang yang Qona’ah itu selalu giat bekerja dan berusaha, namun apabila hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, ia akan rela hati menerima hasil tersebut dengan rasa syukur pada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya beruntung bagi orang yang masuk islam dan rizkinya cukup dan merasa cukup dengan apa yang telah Allah berikan kepadanya.” (HR. Muslim).

Karena hatinya selalu merasa berkecukupan, maka orang yang mempunyai sifat Qona’ah terhindar dari sifat loba/tamak, yang cirinya antara lain suka meminta kepada kepada sesama manusia karena merasa masih kurang puas dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Di samping itu Qona’ah juga berfungsi sebagai dinamisator, yaitu kekuatan batin yang selalu mendorong seseorang untuk meraih kemajuan hidup berdasarkan kemandirian dengan tetap bergantung pada karunia Allah. Qona’ah berhubungan erat dengan sikap hati atau sikap mental. Oleh karena itu untuk menumbuhkan sifat Qona’ah diperlukan latihan dan kesabaran. Pada tingkat permulaan mungkin memberatkan hati, namun jika sifat Qona’ah sudah menjadi bagian dari kehidupan maka kebahagiaan di dunia akan dapat dinikmati dan kebahagian akhirat akan dicapainya.

(Selengkapnya penjelasan tentang serakah ada di sini.)

Advertisements