Ashar

Rabu, 29 Maret 2017

Usai shalat Ashar di Masjid Sahid Nurul Iman, aku melangkahkan kaki menuju kantorku di Citiwalk Sudirman. Aku keluar masjid bersama rekan kerjaku, Idzul. Menyusuri trotoar di area masjid. Masjid ini dikelilingi oleh gedung-gedung tinggi. Seperti Hotel Grand Sahid, Gedung Sahid Sudirman Center, Sahid Memorial Hospital dan Apartemen.

Untuk kembali ke Lantai 3 Citiwalk (tempatku bekerja), aku hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Dari area Masjid, aku menyeberang ke arah belakang Citiwalk. Banyak juga para karyawan yang bekerja di Citiwalk yang menunaikan ibadah Shalat Ashar di masjid ini.

Shalat Ashar dikenal juga dengan sebutan Shalat Wustha (baca : wusto artinya tengah) karena dikerjakan di tengah-tengah 5 sholat fardu (subuh, dzuhur, ashar, magrib, isya). Selain itu, waktu Shalat Ashar berada pada saat manusia sedang sibuk-sibuknya kerja. Seperti hari ini, waktu Shalat Ashar adalah jam 3 lebih 14 menit. Ini adalah jam-jam yang nanggung/kagok bagi para pekerja yang tengah sibuk bekerja. Namun sebagai umat islam, shalat harus tetap dijalankan. Kita harus berhenti sejenak dari pekerjaan untuk menunaikan Shalat Ashar.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan melalui Ali radliyallahu’anhu bahwa ketika perang Ahzab, dikatakan oleh beliau,” Kami dibuat lalai (oleh musuh) dari shalat wustha, yaitu shalat ‘ashar. Semoga Allah memenuhi rumah – rumah dan kuburan mereka dengan api neraka.” (HR. Muslim, I/205, 437 dan 627)

Setelah seharian memandangi layar komputer dan bekerja keras, baik otak dan mata serta badan membutuhkan istirahat dan penyegaran. Basuhan air wudhu ke wajah dan anggota tubuh lainnya cukup ampuh membuat penat hilang dan semangat menjadi terisi lagi. Apalagi setelah selesai menunaikan Shalat Ashar, hati rasanya tenang, adem dan nyaman. Ternyata memang benar, apa saja yang diperintahkan oleh Allah agar dilaksanakan oleh umat Islam, pasti selalu ada hikmah dan pelajaran dibaliknya.

Subhanallah Wabihamdih.

Advertisements