Galunggung

Pak Abdil mengerahkan segenap kemampuannya untuk ngebut. Ia mencoba menyesuaikan irama mengemudi dengan jalan yang meliuk-liuk ke kiri dan kanan. Ia menerobos kemacetan dengan memilih celah-celah di antara ramainya kendaraan di jalan tol Cipularang. Dalam waktu tiga jam, mobil Ertiga itu telah sampai di Buah Batu, Bandung. Jalanan memang sangat ramai menuju arah Bandung. Terutama setiap Jumat malam. Banyak sekali orang yang mudik ke daerah Bandung dan sekitarnya. Kemacatan terjadi tidak hanya di dalam tol. Bahkan sebelum masuk tol, kami sudah terjebak macet mulai dari depan kantor di Citiwalk.

Setelah menjemput kakak iparku di Buah Batu. Kami meneruskan perjalanan menuju Tasikmalaya. Mobil berisi enam orang yaitu Pak Abdil, Dzul, BC, saya dan istri serta kakak ipar. Kami memilih jalur Garut-Mangunreja-Singaparna untuk mencapai kampung halamanku.

Singkat cerita, pukul 11 malam kami tiba di rumah. Rasa pegal dan capeknya badan terkalahkan oleh rasa rindu kepada ibu. Beberapa menit setelah kami sampai, Ibu bangun dan segera aku ciumi tangannya.

Dan rencana liburan ke Tasik ini pun dimulai. Berikut adalah beberapa foto yang kami simpan saat liburan kemarin.

Makan Malam di Resto Bakul Daun, Buah Batu

Dzul dan BC yang tepar karena kelelahan di jalan šŸ™‚

Sebelum sarapan, kita naik ke Bukit Cekdam dan di sana masih berkabut

Balong a.k.a empang kepunyaan Mang Oo

Menu sarapan pagi : nasi liwet + ikan bakar cobek + semur jengkol + bala-bala + sambal + lalap. Ngeunah euy!

Lebih enak makannya berjamaah.

Sebelum naik gunung, selfie dulu šŸ˜€

Wilujeng Sumpeng di Gunung Galunggung

Di sini lumayan dingin, cuy!

Bersiap untuk ke atas. Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali…..

Nih lutut mulai kerasa pegal

Tetap semangat menuju atas

Melihat kawah

Mari berendam air panas

Ngojay

Santai

Menu makan siang : pepes ikan mas + ayam goreng + jengkol + sambal + lalap

Tetep nya kudu selfie heula.. haha

Advertisements