May Day

Senin, 01MAY17

Hari demi hari aku dicekam rasa cemas, khawatir, kecewa, marah dan takut. Aku merasa seperti seorang penjahat yang menunggu giliran eksekusi hukuman mati. Aku seperti menunggu giliran untuk dihukum pancung. Aku tak bisa berbuat apa-apa kecuali pasrah. Aku terpkasa harus memikirkan jalan lain untuk menghasilkan pendapatan.

Bagi aku dan rekan kerja lainnya di kantor, kata mengeluh sudah lama kami tinggalkan. Begitu pun juga tentang menyampaikan aspirasi dan keinginan kami supaya hak-hak kami dipenuhi. Sudah satu tahun lebih, kami digaji tidak seperti seharusnya. Maka kondisi yang tersisa adalah pasrah.

Segala cara sudah pernah kami tempuh seperti mempertanyakan hal ini kepada vendor atau perusahaan Outsourcing yang mempekerjakan kami. Sama halnya kepada user atau client yang memiliki perjanjian dengan perusahaan Outsourcing, kami sudah berulang kali meminta penjelasan. Dan hasilnya nihil. Tidak ada tanggapan apa-apa. Ibarat acar di nasi goreng, ada atau tidak adanya tuntutan dari kami, itu tidak penting bagi mereka.

Hari ini diperingati sebagai Hari Buruh Sedunia. Di Jakarta sendiri, ribuan orang berdemo untuk menyuarakan aspirasi, keluhan dan tuntutannya kepada pemerintah. Dari berbagai tuntutan, penghapusan sistem kerja kontrak dan Outsourcing tetap menjadi hot issue.

Aku berharap semoga suatu saat nanti semua orang yang hari ini belum mendapatkan hak yang sesuai dari pekerjaannnya dapat segera menikmati hasil dan keinginannya, menjadi pegawai tetap dan ada perlindungan hukum yang jelas.

Namun, jika memang kutukan sistem kerja Outsourcing ini masih saja membelenggu banyak orang, aku tetap akan berdoa. Semoga mereka semua bisa pindah kerja ke perusahaan yang lebih baik atau bahkan mereka bisa membuka usaha dan membuka lowongan kerja.

Semoga demo hari ini didengar dengan benar oleh pemerintah. Sehingga demo tidak menjadi sekedar demo semata melainkan ada hasil yang nyata. Semoga ada jalan keluar bagi kami semua.

Amin.

Advertisements