Ada Apa Di KRB?

Minggu, 14MAY17

Ini untuk pertama kalinya aku pergi ke Kebun Raya Bogor (KRB). Aku berangkat dari rumah menuju Stasiun Lenteng Agung menuju Stasiun Bogor bersama istriku. Meskipun aku sudah beberapa kali pergi ke Bogor (bahkan dulu pernah bekerja di sana), namun aku belum pernah menyempatkan diri untuk berkunjung ke KRB. Barulah hari ini aku bisa pergi kesana dengan istriku.

Di kebun seluas 87 hektar itu kamu bisa berkeliling dan melihat berbagai jenis pohon dan tanaman yang berbeda-beda.Jumlahnya kurang lebih sekitar 1500 jenis tanaman. Namun karena area KRB sangat luas, kami hanya mengitari sebagian areanya saja.

Kebun Raya Bogor pada mulanya merupakan bagian dari ‘samida’ (hutan buatan atau taman buatan) yang paling tidak telah ada pada pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513) dari Kerajaan Sunda, sebagaimana tertulis dalam prasasti Batutulis. Hutan buatan itu ditujukan untuk keperluan menjaga kelestarian lingkungan sebagai tempat memelihara benih benih kayu yang langka. Di samping samida itu dibuat pula samida yang serupa di perbatasan Cianjur dengan Bogor (Hutan Ciung Wanara). Hutan ini kemudian dibiarkan setelah Kerajaan Sunda takluk dari Kesultanan Banten, hingga Gubernur Jenderal van der Capellen membangun rumah peristirahatan di salah satu sudutnya pada pertengahan abad ke-18.

Advertisements