Seventeen Years

Sabtu, 13MAY17

Sudah 17 tahun sejak aku keluar dari rumah dan tidak tinggal dengan keluarga. Pada tahun 2000 adalah awal dimana aku mulai bersekolah di Madrasah Tsanawiyah yang letaknya jauh dari rumah. Tahun demi tahun silih berganti. Tidak terasa aku sudah melewati banyak hal dan pengalaman selama itu. Bertemu orang-orang baru, tinggal di rumah orang lain dan berusaha untuk menyesuaikan diri.

Kini di tahun 2017 aku masih tinggal jauh dari keluarga. Ingin rasanya memiliki rumah sendiri dan tinggal di daerah yang sama dengan alamat yang tertera di KTP. Tahun demi tahun aku habiskan untuk tinggal di daerah lain sebagai pendatang.

Memang merantau itu mengajarkan banyak hal. Terutama saat kamu tinggal di Jakarta. Di Jakarta ini segalanya cepat dan panas. Kamu harus cepat berangkat kerja kalau tidak ingin kesiangan. Kamu harus cepat dan berlarian mengejar bis, kereta atau angkot agar bisa sekedar mendapatkan tempat. Bahkan hanya untuk berdiri di sepanjang perjalanan pun tidak menjadi soal asalkan kamu bisa sampai ke kantor.

Di sini, pertumbuhan ekonominya juga cepat. Gedung-gedung banyak didirikan. Mall dan apartemen berseliweran dimana-mana. Untuk gaya hidup dan pola makan pun kamu harus bisa mengimbanginya. Mau makan enak, nyaman, ber-AC maka uang yang dikeluarkan untuk makan pun semakin besar. Begitu pun sebaliknya.

Di Jakarta itu panas. Bukan hanya cuacanya yang panas tetapi perilaku orang-orangnya pun panasan. Di sini kamu akan melihat banyak orang yang bisa berantem hanya karena berdesakan dan saling dorong di kereta. Teman kerja dapat promosi atau perhatian dari atasan, maka teman kerja yang lainnya pun ada yang iri dan dengki. Mereka malah menghujat dan mencemoohnya.

Tingkat kriminalitasnya pun jauh lebih tinggi daripada kota lainnya. Kamu bisa cek berbagai headlines di surat kabar cetak atau online yang memberitakan banyak kasus kriminalitas di ibu kota. Aku sendiri sudah pernah menyaksikan aksi kejahatan di dalam kereta yaitu copet dan maling handphone.

Ya, di sini memang panas. Panas dalam berbagai macam artinya. Untuk mendinginkannya kamu harus punya akal dan iman. Akal untuk memikirkan cara mengatasi persoalan dan iman untuk bisa bersabar menghadapi cobaan.

Pandangan aku tentang Jakarta sekarang menjadi setengah-setengah. Jika aku bisa menemukan pekerjaan baru yang lebih baik maka aku akan tinggal lebih lama di sini dan berusaha untuk bertahan hidup di Jakarta. Namun, sebagian diriku menginginkan untuk pergi jauh dari sini agar bisa mendapatkan sesuatu yang baru dan lebih bermanfaat bagiku dan keluargaku nanti. Kota Bandung, selalu menjadi tempat favoritku sejak dulu. Bisakah aku tinggal di sana lagi dan meninggalkan kota ini?

Advertisements