SUCI 7

Jumat, 19MAY17

Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) di Kompas TV telah memasuki season 7. Malam ini sudah masuk ke dalam 9 besar. Peserta yang tampil adalah Dany Beler (Si Anak Madrasah), Boah (Anak Yatim Dari Bekasi), Jupri (Si Cinta), Coki (Si Seram), Didi (Kuli Bangunan), Mamat (Anak Papua), Ridwan Remin (Komika Yang Pintar), Alif (Anak Tongkrongan), dan Deswin Faqih (Staff BNN).

Tema malam ini adalah film. Semua komika harus membahas tentang film dari sudut pandang mereka sendiri dan tentunya masing-masing dituntut agar bisa membuat penonton terhibur dan tertawa dengan joke mereka.

Dari SUCI pertama hingga sekarang, aku selalu mengikuti dan menontonnya. Stand Up Comedy sudah menarik hatiku dan kebanyakan orang di Indonesia. Alasannya karena aku memang butuh hiburan. Aku perlu tertawa. Aku ingin sejenak melupakan hiruk pikuk dunia kerja yang serius. Dengan menikmati pertunjukan Stand Up Comedy, aku bisa terhibur dan tak jarang ada banyak pengetahuan baru yang bisa kupelajari.

Sejatinya, Stand Up Comedy merupakan jeritan dan keluhan seorang komika terhadap permasalahan-permasalahan yang berada di sekitarnya. Mereka mengutarakan pendapat mereka tentang sesuatu. Semua keresahan-keresahan yang mengganjal di dalam dirinya mereka keluarkan dengan cara dan penuturan yang menarik karena dibalut dengan joke yang berkualitas.

Aku kagum pada para komika yang mampu menyampaikan suatu hal, yang kadang-kadang hal itu terasa berat tetapi mereka bisa membungkusnya dalam komedi. Secara tidak langsung mereka mengajariku satu hal yaitu walau seberat apa pun masalahmu, hadapilah dengan senyuman. Maksudnya adalah masalah tiap hari memang akan datang menghampirimu tapi atasilah hal tersebut dengan tenang dan cobalah ambil sisi positifnya berbarengan dengan mencari solusi.

Aku pernah mendengan sebuah pepatah yang mengatakan bahwa “Kalau kamu sudah bisa menertawakan keadaan dirimu sendiri maka kamu sudah sembuh.” Misalnya, dulu aku pernah jatuh cinta kepada seorang cewek di SMA lalu ditolak. Saat itu aku sedih, mengasihani diri sendiri dan menganggap bahwa Tuhan tidak adil. Tapi sekarang, ketika aku sudah menikah aku paham bahwa perempuan yang aku taksir dulu memang bukanlah untukku. Bahkan kalau dipikir-pikir ia itu ternyata judes dan cerewet. Sekarang aku malah menertawai diriku yang dulu itu, mengapa bisa sampai suka dengannya.

Pada intinya, aku menghargai kehadiran para komika di negeri ini. Mereka telah sukses membuatku tertawa dan terhibur. Semoga yang menjadi juara di SUCI 7 nanti adalah seorang komika yang berkualitas. Favorit aku adalah Ridwa Remin. Mudah-mudahan dia yang akan menjadi juara SUCI 7 kali ini.

Amin.

Advertisements