Mang OO

Jumat, 26MAY17

Aku belum sempat menemui Ibu saat sampai di kampung halaman. Aku mampir dulu di rumah duka. Rumah dari pamanku, Mang Oo Darsono yang semalam telah meninggal dunia. Kabar meninggalnya Mang Oo telah mengejutkan saudara, keluarga, teman dan masyarakat di Kampung Cibogo.

Aku datang ketika acara tahlilan selesai. Sekitar jam setengah 5 sore, aku tiba di sana. Aku berangkat berdua bersama istriku dari Jakarta tetapi ia turun di Bandung. Sebelumnya, kami berencana untuk pulang di awal bulan Juni. Namun rencana tinggallah rencana.

Setelah bersalaman dengan Bi Lilis, Iqbal dan Nita (istri dan anak Mang OO), aku pergi menuju makam yang terletak di belakang rumah. Aku menyalami Ibu yang telah menungguku di teras rumah.

Saat memimpin doa dan baca surat Yaasin di makam Mang Oo, aku merasa sedih dan berusaha menahan rasa kesedihan itu. Ia dimakamkan tepat di sebelah makam almarhum Bapak.

Aku berdoa semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, menerima amal kebaikannya, diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan masuk surga bersama Bapak dan keluarga kami beserta seluruh kaum muslimin di dunia.

Amin.

Bi Lilis, Nita, Iqbal, Mang Oo

Mang Oo, Iqbal, Nita, Bi Lilis

Advertisements