Hari Pertama Puasa

Sabtu, 27MAY17

Untung saja aku tidak jadi pulang minggu depan. Karena kalau seperti itu, aku tidak bisa merasakan hari pertama puasa di rumah.

Tapi, apa yang kau pikirkan saat mendengar kata puasa?

Ngabuburit? Berburu makanan untuk buka puasa? Taraweh? Tadarusan? Atau kuliah subuh (pengajian setelah sholat subuh)?

Itu yang sebelumnya aku pikirkan. Semua yang kusebutkan tadi memang identik dengan Puasa Ramadhan. Tapi, kini puasa bagiku mengandung arti yang lain. Hal yang tadi memang biasa dilakukan saat kamu puasa dan memang sepantasnya seperti itu.

Namun, puasa tahun ini berbeda. Berbeda dari segi rasa. Rasa rindu, tepatnya. Rindu akan kampung halaman, rindu masakan ibu dan rindu suasana perkampungan yang berbeda dengan perkotaan.

Jadilah hari ini hari yang tidak kusia-siakan. Makan sahur pertama memakan masakan buatan Ibu dan Teteh. Pagi harinya, aku berkumpul dengan keluarga sambil bercanda-ria. Ahh.. rasanya tentram dan damai.

Siang harinya pergi ke kolam ikan. Kami menyebutnya balong. Sekarang, balong milik keluargaku tidak terurus. Andaikan saja Bapak masih ada pasti beliau-lah yang mengurusi balong kami.

Puasa ini memang berbeda.

Aku pun rindu kepadamu, Pak.

Advertisements