El-Faeeza

Ibarat sebuah koin yang mempunyai dua sisi, pagi ini Koin Kabar berputar kepadaku secara bersamaan. Masing-masing sisi, berisi kabar dari orang yang ada hubungannya denganku. Satu sisi berisi kabar duka dan lainnya kabar gembira.

Kabar pertama datang dari pengumuman dari masjid di kampung halamanku. Sebuah kabar duka disebarkan kepada seluruh warga. Mang Tomi, salah satu tetanggaku telah meninggal dunia.

Dia telah lama bekerja dengan Almarhum Bapak. Dulu, Mang Tomi sering membantu Bapak dalam mengurus sawah, kolam ikan dan banyak hal lainnya.

Aku mengenalnya sebagai seorang pribadi yang ulet, tangguh dan jarang marah. Sifat rendah hatinya pun telah banyak dikenal warga di sini. Aku berharap beliau bisa meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, diberikan tempat terbaik di sisi Allah dan diampuni segala dosanya. Amin ya robbal ‘alamin.

Selepas solat jenazah, aku dikabari bahwa istri sudah pergi ke bidan dan telah mengalami pembukaan 9. Itu artinya sebentar lagi ia akan melahirkan.

Singkat cerita, aku segera bergegas menuju Bandung. Ditemani oleh A Rismat, tetanggaku, kami berangkat menuju Bandung dengan mengendarai sepeda motor.

Kondisi jalanan yang macet dan berdebu, tidak menyurutkan semangatku untuk bertemu dengan istri dan anakku.

Aku bahagia dan degdegan. Ucapan selamat dan doa dari keluarga dan teman terus mengalir bagai arak-arakan semut masuk ke dalam sarangnya.

Jadi seorang bapak? Duhh… aku masih tak percaya. Semoga aku bisa. Aku harus bisa menjadi seorang bapak yang terbaik.

Bayi itu kuberi nama El-Faeeza Ishfah Izzatul Husna. Artinya perempuan sukses yang cinta damai dan mempunyai kekuatan untuk melakukan kebaikan.

Tanggal 26 Juni 2017 akan menjadi hari bersejarah di keluarga kecilku ini. Aku berharap anak pertamaku ini bisa tumbuh dan berkembang menjadi seorang muslimah sholehah, pintar, taat beragama dan berbakti kepada orang tua.

Advertisements