Nasgor Sederhana Ala Chef Ishfah

Siang itu dengan pembacaan doa sebelum makan, Allahumma baarik lana fiima rozaqtana waqina adzaban nar, aku dan istri mulai menyantap makan siang. Menu hari ini adalah nasi goreng sederhana buatanku sendiri. Enak dan lezat. Istriku juga mengatakan hal yang serupa. Karena lapar, nasgor yang kami makan sepiring berdua itu cepat habis. Alhamdulillah, ini adalah rezeki dari Allah hari ini. Continue reading

Kolak Ubi

Setelah shalat Isya, istriku langsung pergi ke dapur untuk memasak air di panci besar untuk membuat kolak ubi. Siang tadi, ia telah membeli sayur-sayuran untuk dibuat lotek. Salah satu bahan yang masih tersisa adalah ubi. Agar tidak mubadzir, istriku berinisiatif untuk membuatnya menjadi kolak. Ubi yang telah dicuci dan dipotong dadu kemudian dimasukkan ke dalam panci. Sambil menunggu air memanas, ia menyiapkan gula merah dan santan. Lima belas menit kemudian, ia yakin air telah sangat panas. Kemudian gula merah yang telah diiris kecil-kecil dimasukkan ke dalam panci sampai mendidih. Setelah itu baru dimasukkan santan. Aduk terus-menerus hingga matang. Ia turunkan panci itu dari kompor gas. Ia simpan di sisi meja dapur. Membuka tutup pancinya dan langsung mengambil 2 buah mangkuk untukku dan dirinya. Itulah proses sederhana membuat kolak ubi. Continue reading

Hawa Nafsu

Saat masih lajang dulu, hawa nafsuku susah dikendalikan. Maklum darah muda. Setiap melihat perempuan yang cantik dan bohay, bawaannya jadi mikir yang macem-macem. Hadeehh… Berat dan pusing. Kenapa? Karena tidak ada penyaluran emosi dan energi.

Hawa nafsu adalah sebuah kekuatan emosional yang langsung berkaitan dengan pemikiran atau fantasi tentang hasrat seseorang, biasanya berkenaan dengan seks. Hawa nafsu terdiri dari dua kata: hawa (الهوى) dan nafsu (النفس). Dalam bahasa Melayu, ‘nafsu’ bermakna keinginan, kecenderungan atau dorongan hati yang kuat. Jika ditambah dengan kata hawa (=hawa nafsu), biasanya dikaitkan dengan dorongan hati yang kuat untuk melakukan perkara yang tidak baik. Adakalanya bermakna selera, jika dihubungkan dengan makanan. Nafsu syahwat pula berarti keberahian atau keinginan bersetubuh.

Continue reading