Mang OO

Jumat, 26MAY17

Aku belum sempat menemui Ibu saat sampai di kampung halaman. Aku mampir dulu di rumah duka. Rumah dari pamanku, Mang Oo Darsono yang semalam telah meninggal dunia. Kabar meninggalnya Mang Oo telah mengejutkan saudara, keluarga, teman dan masyarakat di Kampung Cibogo. Continue reading

Satu Tahun

Tanggal 25 Januari 2017 adalah tepat satu tahun sejak meninggalnya Bapak. Tidak terasa, ternyata beliau sudah setahun meninggalkanku dan keluarga. Waktu begitu cepat berlalu. Hingga saat ini aku masih bisa mengingat hari-hari terakhir bersamanya. Walau sekarang beliau sudah wafat namun aku tetap merasakan kehadirannya. Terutama seminggu terakhir ini. Di beberapa malam, aku memimpikan beliau. Aku bertemu dengan Bapak di dalam mimpi. Aku hanya bisa melihatnya tetapi tidak bisa berbicara dengannya. Continue reading

Berita Duka

Hari Senin kemarin, ayah dari teman kantorku meninggal dunia. Dan hari ini aku mendapatkan berita yang sama pula. Ketika hari Senin, yang meninggal adalah ayahnya Bang Zidan, sedangkan hari ini adalah ayahnya Petti yang meninggal. Aku berdoa semoga Allah mengampuni dosa keduanya dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah.

Di sepanjang perjalanan menuju rumah duka, aku teringat akan almarhum Bapak. Setiap makhluk pasti akan menemui ajalnya. Rasa kehilangan adalah hal terberat yang dirasakan oleh mereka yang ditinggalkan. Bahkan hingga hari ini pun, aku selalu mengingat Bapak. Sesekali aku merasa beliau masih ada di sekitarku. Continue reading

Bapak Meninggal

Pagi itu tanggal 25JAN16 (15 Rabi’ul Akhir 1437 Hijriyah) hari Senin, aku sudah bangun untuk melakukan ibadah sahur. Aku berniat untuk melakukan Puasa Senin Kamis mencontoh Nabi Muhammad. Namun 5 menit menjelang adzan subuh, telponku berbunyi. Teteh aku menelpon dan mengatakan bahwa Bapak sudah meninggal. Ia menelpon sambil menangis tersedu-sedu. Mendengar hal itu, aku segera mengambil air wudhu kemudian sholat subuh. Setelah sholat, kakak sulung aku menelpon dan mengajakku pulang bersamanya dengan kakak ketiga aku. Aku segera bergegas pergi setelah memberitahu teman kos sekaligus teman kerjaku, Ramdan. Aku meminta dia memberitahukan hal ini kepada teman-teman di kantor.
Continue reading